Thursday, September 8, 2016

Fabrikasi Gooseneck

Fabrikasi Gooseneck: Prepare Hydrotest Section II MKMT Gas Pipeline Project

Welder Maman & Yusni dalam
Fabrikasi Gooseneck

Minto (foreman) &
Rafiq (HSE)
Listiyono Grinder
Pekerjaan Hydrotest Section III telah usai dengan berakhirnya Swabbing External Rabu pagi (08/09/2016). Sebagai persiapan Hydrotest Section II (Ancol Carnaval-Plumpang), maka sejak 3 hari yang lalu crew Minto/foreman melakukan fabrikasi Gooseneck di lokasi KP-15 Plumpang. Minto dibantu oleh 3 orang Welder yakni Biarno, Maman dan Yusni, 1 pipe fitter, 2 grinder dan 2 helper. Hari pertama fabrikasi Goosneck (Senin/06 September 2016) adalah pengelasan hot Bend 22 derajat dengan manifold 4 meter sebelah kanan. Pasangan welder Biarno dan Yusni kebagian tanggung jawab mengerjakannya, namun sebelumnya grinder Listiyono dan Amin bertugas mengerjakan bevelling ujung pipa hot bend sebelah kanan dan manifold. Setelah lolos NDT, maka keesokan harinya (Selasa/07 September 2016) persiapan lowering dan perapihan lubang tie-in oleh tim civil, namun sesaat sebelum pengelasan di bawah (tie-in) tiba-tiba hujan turun setelah maghrib.

Fabrikasi Gooseneck
Amin Grinder
Keesokan harinya, Rabu (08/09/2016) tim civil kembali berkutat menguras air dan membenahi tanggul yang jebol yang airnya mengalir memenuhi lobang tie-in. Sementara crew Minto kembali ke fabrikasi Gooseneck dengan mengerjakan bevelling ujung hot bend sebelah kiri dan pengelasan hot bend 22 derajat dengan manifold oleh welder Maman dan Yusni. Sehingga skup pekerjaan tinggal pengelasan di bawah antara Gooseneck dengan ujung pipa existing serta pengelasan di atas antara Gooseneck dengan pipa header/launcher. Pekerjaan itu dilaksanakan hingga malam hari oleh crew Minto.

Fabrikasi Gooseneck 
Lalu, apa itu Gooseneck atau Pigtail? Menurut kamus Webster adalah "something (as a flexible jointed metal pipe) curved like the neck of a goose or U-shaped". Sedangkan menurut Wikipedia adalah "Goosenecks (also referred to as pigtails)[2] are in-line components of a water service (i.e. piping, valves, fittings, tubing, and accessories) running from the distribution system water main to a meter or building inlet. The valve used to connect a small-diameter service line to a water main is called a corporation stop (also called a tap, or corp stop). One gooseneck joins the corporation stop to the water service pipe work. A second gooseneck links the supply pipeline to a water meter located outside the building". Baca pula postingan sebelumnya tentang Swabbing External di blog ini.

 NB: Info terakhir, welding tie-in Gooseneck dengan ujung pipa existing beres sekitar Pkl. 23.00. WIB dan hasil NDT pukul 02.00 WIB kategori Acc.

Wednesday, September 7, 2016

Swabbing External

Swabbing External: Fase Akhir Hydrotest Section III Plumpang-KBN KP-15 s/d KP-23

Bpk Agung (QC Manager Pertagas)
sedang inspect di lokasi Swabbing
Joko PMC sedang
memberi arahan
Setelah selesai Swabbing Internal Selasa (05/09/2016), maka esoknya Rabu PT. Bening Tunggal Mandiri melanjutkan fase hydrotest section III yakni Swabbing External. Tahapan Swabbing External adalah sama dengan tahapan Swabbing Internal. Adapun perbedaannya adalah jika Swabbing Internal tidak disaksikan oleh QC KSO-HMP dan QC PMC (konsultan Pertamina Gas) karena bersifat intern atau uji coba. Sedangkan Swabbing External disaksikan (witness) oleh QC KSO-HMP dan QC PMC selain crew HSE dan project control. Bahkan sebelum dilaksanakan Swabbing External, QC Manager Pertamina Gas yakni bpk Agung Andrianto melakukan inspeksi layak-tidaknya seluruh komponen yang dipergunakan dalam Swabbing external tersebut, seperti: foam/sponge pig, poly pig, pressure pump/compressor dan header launcher.

Tepat pukul 14.00 WIB Swabbing External dimulai, Tim PT. Bening Tunggal Mandiri yang dipimpin oleh Hamdani dan Thomas melakukan penimbangan dan penamaan atas 5 foam pig/sponge pig dan diukur tinggi serta diameternya. QC KSO-HMP yakni Indra dan Dani, QC PMC (Joko Subangkit), staff project control (Sunaryo), crew HSE (Ventje Worotikan) turut menyaksikan proses penimbangan dan pengukuran ke 5 foam/sponge pig tersebut. QC KSO-HMP dan QC PMC yakni Indra, Dani dan Joko Subangkit sesekali memberi arahan dan petunjuk prosedural kepada Tim PT. Bening Tunggal Mandiri.

Hamdani Ketua Tim
PT. Bening TM
Selanjutnya, ke 5 foam pig/sponge pig (A, B, C, D, E) satu demi satu dimasukkan ke dalam header/launcher dan 
Ventje HSE 
Naryo Pro-cont & Indra QC KSO-HMP
diikuti oleh poly pig. Setelah itu, ujung header/launcher ditutup dengan blind plangue yang dibaut secara rapat. Setelah ampere meter dipasang, maka compressor/pressure pump pun dihidupkan dan mendorong ke 5 foam/sponge pig dan 1 poly pig meluncur sepanjang alur pipa 8 KM dari Plumpang (KP-15)-Semper-Tugu-Cacing-Cilincing dan berakhir di Pintu II KBN (KP-23). Pada awal pendorongan, ampere meter menunjuk pada angka 8 Psi, selanjutnya berkisar antara 4 hingga 6 Psi. Sejam sebelum ke 5 foam pig/sponge pig dan poly pig sampai di ujung launcher yang berlokasi di KBN, skala pressure menurun ke angka 2 Psi. Tepat pukul 17.00 WIB, ke 5 foam pig/sponge pig dan 1 poly pig tiba di ujung pipa launcher KBN, Sayangnya, ke 5 foam pig/sponge pig masih berkadar air lebih dari 10-30% dari berat sebelumnya, maka proses Swabbing External harus diulang kembali hingga kadar air di bawah 10%.


Tim PT. Bening TM
Menurut QC PMC Joko Subangkit, Swabbing Internal & External dalam hydrotest ini adalah salah satu fase pre-commissioning untuk membersihkan interior pipa dari segala kotoran, lumpur dan air, sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan N2 Purging sebelum dilakukan Gas-In (Commissioning Project).

Monday, September 5, 2016

Hydrotest Section III

Hydrotest Gas Pipeline Proyek MK-MT: Hydrotest Section III

Mob Pressure Pump
 Hydrotest Section III
Pasca program akselerasi MKMT gas pipeline project Agustus lalu, kini management KSO-HMP sedang fokus pada pekerjaan Reinstatement (pemulihan lokasi ROW ke kondisi semula) dan pekerjaan Hydrotest. Pekerjaan Hydrotest dikerjakan oleh PT. Bening Tunggal Mandiri dan terbagi menjadi 4 section yakni:Section I: PJB-Ancol Carnaval (KP-O s/d KP-09), Section II: Ancol carnaval-Plumpang (KP-09 s/d KP-15), Hydrotest Section III: Plumpang-KBN (KP-15 s/d KP-23) dan Section IV: KBN-Muara Tawar (KP-23 s/d KP-30).

Hydrotest Section I dan II masih dalam tahap persiapan karena ada beberapa spot/titik yang belum prepared seperti pembuatan box-valve, repair dan reshoot hasil welding tie-in di KP-03, welding joint entry dan exit HDD dengan ujung pipa existing yang sudah tertanam, etc. Hingga saat ini semua pekerjaan tersebut terus dikebut agar bisa selesai sesuai dengan rencana management KSO-HMP.

Foam pig/sponge pig dalam
hydrotest section III
Pada akhirnya, Hydrotest Section III lebih dulu dilaksanakan
Poly Pig dalam hydrotest
section III
karena pipa yang sudah tertanam sudah dipastikan oke alias joint demi joint yang sudah tersambung sudah memenuhi kriteria dan prosedural. Maka, sejak seminggu yang lalu dari sekarang telah dilaksanakan fase demi fase hydrotest seperti cleaning & gauging, filling water, piging dan hydrotest yang di-holding selama 24 jam dalam tekanan 850/900 Psi. Kini, setelah selesai dewatering Senin (05/09/2016) malam pukul 20.00 WIB, maka dilanjutkan dengan pekerjaan (internal) swabbing (pembersihan interior pipa dengan menggunakan busa berbentuk silinder yang disebut sponge pig atau foam pig dan poly pig.

Penimbangan foam pig 
before swabbing
Pekerjaan (internal) Swabbing seperti dijelaskan oleh Hamdani crew PT.
Ujung launcher di KBN
Bening, mula-mula dilakukan penamaan dan penimbangan sponge pig/foam pig satu demi satu dan dicatat berapa berat masing-masing, lalu dimasukkan ke lubang pipa header/launcher diikuti oleh poly pig. setelah blind plangue ditutup kembali secara rapat dengan cara dibaut, maka compressor (pressure pump) akan mendorong sponge pig/foam pig dan poly pig ke ujung pipa sebagai titik akhir dari pekerjaan (internal) Swabbing ini. Ketika tulisan ini dibuat, pekerjaan (internal swabbing) sedang dilaksanakan. Sponge pig/foam pig yang baru dimasukan adalah 2 buah yang dinamai Boy dan Reva. Boy seberat 6,065 Kg dan Reva seberat 5,640 Kg before Swabbing. Jika berat Boy dan Reva sudah diambang batas toleransi yakni bertambah 30% dari berat sebelumnya, maka boleh dikatakan interior pipa sudah bersih atau kering dan layak untuk dilaksanakan N2 Purging. jangan lupa baca pula akselerasi MKMT gas pipeline project di blog ini.

NB: Info terakhir, tepat pukul 05.00 WIB dini hari (Selasa, 06/09/2016) ketiga komponen yakni 2 foam pig yakni Boy & Reva serta 1 Poli Pig yang dinamai Dr. Gang Cobra keluar bersamaan di lokasi KBN.