A

Tuesday, September 20, 2016

Fabrikasi Golden Joint KP-15 Plumpang

Fabrikasi Golden Joint KP-15 Plumpang MKMT Natural Gas Pipeline Project

Fabrikasi Golden Joint KP-15 Plumpang by Welder Maman & Yusni
(Bottom Welding)
Fabrikasi Golden Joint KP-15 Plumpang by Welder
Maman & Yusni (Top Welding)
Disela pekerjaan Hydrotest Section III, di lokasi yang sama terdapat pekerjaan crusial yakni Fabrikasi Golden Joint KP-15 Plumpang. Selasa (20/09/2016) bada zuhur crew Minto mulai melakukan prepare material, consumeable dan equipments. Slamet dibantu Listiyono dan Amin melakukan cutting pipe dibantu oleh operator exca Uus. Sekitar pukul 16.00 WIB, welder Maman dan Yusni secara spartan melakukan line-up welding cold bend 10 degree dan 9 degree dengan pipa 6 meter. Selanjutnya pengelasan pipa 12 meter dengan pipa 6 meter yang berakhir pukul 21.30 WIB. Fabrikasi golden Joint tersebut untuk koneksi antara 2 string pipa ter-backfill yang sudah di-hydrotest. Hingga saat ini, KP-15 Plumpang merupakan pertemuan ujung entry string pipa yang sudah di-hydrotest dari KP-15 ke KP-23 KBN, serentak pula ujung exit string pipa yang akan di-hydrotest dari KP-0 PJB Muara Karang  ke KP-15 Plumpang.

Fabrikasi Golden Joint KP-15 Plumpang by Welder
Maman & Yusni
Apa yang dimaksud Golden Joint atau Closure Weld  itu? Golden joint adalah "when there is restriction in the pipeline spool so that it can not be hydro tested (ex 1. The pipeline is hydro tested up to a pump inlet and the inlet joint is welded after hydro test. 2. the pipeline is getting connected to a header and the header gets connected to lot of branches where hydro test cant be done) the joints in the loop will be taken 100% radiography and all those joints are called as golden joints"Menurut QC KSO-HMP yakni Ferry FM Pilliang dan Arman, Golden Joint adalah welding joint yang tidak perlu di-hydrotest, namun ada perlakuan khusus yakni setiap fase pengelasan yakni root, full filler dan caving dilakukan penetrant test sebelum NDT (Non-destructive Test). Dalam Golden Joint juga biasanya dilakukan UT (Ultrasonic Test) dan MT (Magnetic Test).

 Deputy PM Pertagas (bpk Puguh)
dan Procurement Mgr KSo-HMP
(bpk Witarso)
Lantas kriteria atau syaratnya dilakukan Golden Joint? Golden joint di perlukan apabila lokasi line pipa tersebut tidak memungkinkan untuk di hydrotest, sehingga client memilih beberapa golden joint di beberapa tempat yang diperkirakan kritikal, sedangkan perlakuan golden joint tersebut harus di Witness oleh QC dari root, filler, dengan dilakukan penetrant testing dan jika pengelasan telah mencapai capping (selesai) biasanya diberlakukan radiography. Apabila setelah radiography di golden joint tersebut teryata ada cacat, maka di berlakukan radiography 100% untuk line pipa tersebut.  

Intinya syarat golden joint adalah sebagai berikut:

1. Jika pipa tie-innya ter-connect dengan lifeline pipa.
2. jika new line pipe bertemu dengan existing line yang probablity-       nya sulit utk dilakukan hydrotest.
3. biasanya dilakukan PT (Penetrant Test), MT (Magnetic Test), UT       (Ultrasonic Test) dan RT (Radioghraphy Test)    100%.
4. Dilakukan pada line-line tertentu yang maksimalnya 2 Golden           Joint dalam 1 line.
5. Dikerjakan oleh welder expert yang track-record nya bagus.

Penetrant Test & Ultrasonic Test

Penetrant Test by Egy
Ultrasonic Test by Egy Global
Dalam Fabrikasi Golden Joint KP-15 Plumpang tersebut, petugas yang melakukan PT (Penetrant Test) adalah
Egy dari PT. Global Gatsurindo. Menurutnya setiap tahapan fabrikasi Golden Joint yakni Root, Fullfiller dan Caving dilakukan fase penetrant, cleaning dan developer secara bergantian untuk mengetahui crack, bocor-tidaknya pengelasan. Ketiga fase ini dilakukan ketika suhu pipa antara 10 derajat hingga 52 derajat Celcius. Selanjutnya Egy-pun melakukan UT setelah NDT dilakukan. UT dilakukan untuk mendeteksi indikasi cacat sub-surface dan menujukkan posisi serta kedalaman cacat sub-surface hasil Golden joint tadi. Informasi lebih lengkapnya tentang Penetrant test dan Ultrasonic Test akan kita bahas di lain waktu, OK. Jangan lupa baca pula postingan sebelumnya tentang Hydrotest Section I: Cleaning & Gauging Plate di blog ini.

Post a Comment