A

Monday, November 2, 2015

HDD PJB KSO-HMP

Pull Back HDD PJB KSO-HMP: PT. Line Inter Cikara (Sukses)

HDD PJB KSO-HMP: Jr. Spv. KSO-HMP & Crew HDD PT. Line
Erwin Rommell, Singa Gurun Pasir (Lion of The Dessert) di awal Perang Dunia II sukses memukul mundur tentara sekutu dengan "Serangan Kilat", Blitzkrieg Operation arahan Der Fuhrer (Hitler). Begitu juga, Helmut Schoen sang pelatih Der Panzer mampu meraih Piala Dunia 1974, setelah mengalahkan Tim Oranye Belanda, meskipun di awal kompetisi terkesan lamban dan terseok-seok. Sang Libero (Der Kaizer) Franz Beckenbauer berusaha keras mengangkat moral rekan se-timnya (Paul Breitner, Gerd "Bomber" Mueller, Ulli Hoeness) yang lama panas bagaikan mesin diesel, sehingga mampu mempecundangi Johan Cruiff, Rensenbrink dan Ruud Kroll dengan total footballnya.

Erwin Rommell, Helmut Schoen dan Beckenbauer layak dianalogikan dengan PT. Line Inter Cikara yang dikomandoi "Dua Serangkai" bpk Harry Widayanto dan bpk Heru Widaryono, yang pada awal pekerjaan HDD PJB KSO HMP Muara Karang terkesan lamban dan kurang siap, namun di sesi pull back berhasil dengan memuaskan, nyaris tanpa kendala yang berarti. Berkat kepiawaian sang dirigent Mr. Yaakub dan eksekutor Mr. Shamran Rojanawas yang lihai memainkan partitur yang semula lamban temponya menjadi cepat di tengah dan melambat kembali, namun menjadi harmoni yang indah bagaikan senandung Stairway to Heaven-nya Led Zeppelin. Sdr. Anto dan rekan-rekan meladeni dengan sabar dan telaten setiap gerak dan aksi yang dilakukan "Duet Maut": Mr. Yakuub & Mr. Shamran tersebut.

Proses demi proses dilalui, fase demi fase dilaksanakan secara slowly but sure, hingga membuahkan kesuksesan dengan selesainya pull back HDD PJB KSO-HMP hari Selasa pagi pukul 05.25 WIB. dimulai dengan Prepare-setting equipments & tools, reaming 20" (1x), reaming 24" (1x), reaming 30" (3x), swabbing dan cleaning pass, dan berakhir dengan pull back HDD PJB KSO-HMP sebagai epilog-nya. Meski melar 2 hari dari yang dijadwalkan (schedule), namun berakhir dengan keberhasilan. Hal itu lebih baik daripada "grusa-grusu" yang mengesampingkan ketelatenan dan kehati-hatian, yang berakibat pada sindrom "Stag" yang merupakan momok yang sangat menakutkan bagi pegiat HDD pipeline.

Selama pekerjaan HDD PJB KSO-HMP Muara Karang, pihak-pihak yang berkompeten silih berganti hadir, mulai dari Tim KSO-HMP (bpk Doddy Dewanto/PM, bpk. Pucheng Purba/Deputy PM, bpk Asep Sutisna Daryatmo/CM, bpk Dolfie LW/HSE Mgr, bpk Salamun Adiyasa/Engineering Mgr, bpk Desri Ghobah/QC Mgr, bpk Dedi ZA/staff Procurement, bpk Heru Prihandhono (Deputy CM), A. Kamil Rosyad (Jr. Spv.), Fery FM Pilliang & Ilmar (QC), bpk. Colin Powell (environment), bpk Calvin Kawulusan (HSE Officer), Subagyo (Super Intendent), bpk Maskur (Foreman Trsport), Deny Samola, Farid, Arifin, Rafiq, etc.
Tim PMC antara lain: bpk Yousrizal, bpk Sofyan, bpk Apriyanto, bpk Adit, bpk Akin, bpk Octa, bpk Falhan, bpk Agus, etc. Sedangkan dari Pertamina Gas adalah bpk Benny AW (HSE Manager), bpk. Joni Wardjono (CM), bpk Agung (QC Mgr), etc. Success for PT. Line IC, Success for KSO-HMP & success for Pertamina Gas. "For a fighting an ideal, there`s no journey`s end", begitu kata Mahatma Gandhi. Jangan lupa baca pula postingan sebelumnya tentang Reaming 30" HDD PJB KP-01 di blog kita tercinta ini, OK.
Post a Comment