Saturday, December 27, 2014

The Extraordinary Cases

The Extraordinary Cases of MKMT Project

Titanic yang unsinkable ternyata
tenggelam juga
Tak ada yang sempurna di dunia ini. Se-perfectionis apapun seseorang pasti akan memiliki kelemahan dan kekurangan. Begitu juga hasil karya manusia tidak akan menyamai hasil karya Tuhan. Kapal Titanic yang pada zamannya begitu canggih, unsinkable (tak bisa tenggelam) dan perfect, sehingga sang nakhoda kapten Murdoch sesumbar mengatakan bahwa Tuhan pun tak akan mampu menenggelamkan Titanic karena saking hebatnya. Ternyata baru 5 hari  berlayar sudah tenggelam dan terbelah dua. (mulai berlayar 10 April 1912 dan tenggelam 15 April 1912). The extraordinary case(s) yang unpredictable (kejadian luar biasa yang tak terprediksikan).

Bpk Agus PSD, Bpk. Yana dan Bpk Sulaeman di lokasi Jakpro
Di proyek MKMT KSO-HMP pun ada beberapa the extraordinary cases yang tidak diinginkan namun terjadi juga. Lokasi pekerjaan di Jakpro termasuk salah satu the extraordinary cases, dimana selain tertanamnya pipa cassing yang tak bisa diambil, juga telah terjadi 2 x longsor/amblas di jalur busway-nya. Hal ini disebabkan oleh fondasi jalur busway dominan berpasir, sehingga ketika pekerjaan boring dilakukan terjadi amblas/longsor. Menurut tradisi Jawa, untuk menyingkirkan "sengkolo gonopati", kesialan, aura gelap - maka perlu diadakan ruwatan seperti pagelaran wayang kulit di dekat pohon beringin Jakpro. Percaya atau tidak, tergantung pada keyakinan  masing-masing. Namun, menurut prediksi bpk Agus Priyanto (proyek manager PT. Putra Siliwangi darajat), amblasnya lokasi jakpro karena konstruksi jalur busway tidak diperkuat oleh slop beton & hanya tumpukan pasir, sehingga mudah amblas jika salah satu sisinya ada celah. "Maka saya harapkan agar pekerjaan boring diselesaikan terlebih dahulu hingga tuntas, baru kita backfill jalur busway sesempurna mungkin". Lanjut Pk. Agus PSD. Oleh karena itu, construction manager KSO_HMP, bpk. Asep Sutisna daryatmo bersama team solid-nya segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi lokasi Jakpro ini.

Sdr. Paoji terbaring di RS Pelabuhan

Masih di lokasi Jakpro, semalam kl. Pkl. 22.30 terjadi kecelakaan
M. Basyar istirahat setelah tertabrak
di lokasi Jakpro
yang menimpa crew HSE KSO_HMP yakni Moh. Basyar yang tertabrak sepeda motor ketika menyeberang. Sekarang Moh. Basyar beristirahat setelah di rawat di RS. Atmajaya dan RS. Pelabuhan Jakarta Utara. Kejadian lainnya adalah tersengatnya jari tangan sdr. paoji oleh mesin brusher ketika bekerja di KP-23. Setelah mendapat perawatan tim dokter RS. Pelabuhan , maka sdr. Paoji bisa pulang dan istirahat di mess Workshop Kebantenan. The extraordinary cases bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. waspadalah....waspadalah.....!!! Baca juga postingan sebelumnya yakni tentang: crew mechanical electric di situs ini.




Post a Comment